Welcome to My Blog

Bersyukurlah Maka Kamu Tidak Akan Merasa Kekurangan

Tes untuk Mengukur Kekuatan Memori Otak

Sabtu, 29 Mei 2010


Sering lupa meletakkan barang, lupa kata apa yang ingin diucapkan hingga lupa membayar tagihan. Eits, hati-hati mungkin Anda memiliki masalah dengan kemampuan memori di otak. Mari tes memori otak Anda!

Uji memori ini dapat membantu memberikan gambaran yang lebih baik mengenai masalah memori yang dialami. Tes ini hanyalah sebuah tes sederhana mengenai memori.

Seperti dikutip dari Howstuffworks, Sabtu (29/5/2010), cobalah untuk menjawab pertanyaan berikut:

1. Mengingat tiga kata ini apel, televisi dan domba.
2. Mengingat nama dan alamat ini: Jane Jl. Pegangsaan 5 Jakarta Pusat.
3. Apakah mengalami kesulitan dalam mengingat segala hal yang telah dilakukan selama beberapa minggu terakhir?
4. Apakah sangat sulit untuk mengingat daftar yang harus dilakukan?
5. Apakah mengalami penurunan kemampuan menghitung di kepala?
6. Apakah pernah mengalami lupa membayar tagihan?
7. Apakah kesulitan mengingat nama?
8. Apakah mengalami kesulitan mengenali seseorang yang seharusnya Anda kenali?
9. Apakah mengalami kesulitan menemukan kata yang tepat untuk diucapkan?
10. Apakah mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas sederhana, seperti penggunaan microwave atau kompor gas?
11. Apakah mudah lupa ini mengganggu kinerja di tempat kerja?
12. Apakah mudah lupa ini mengganggu kerjaan di rumah?
13. Apakah mudah lupa ini mengganggu kerjaan di dalam kegiatan sosial?
14. Sebutkan tiga nama gubernur di provinsi Anda? (menyebutkan 3 maksimal dapat 3 poin, sebut 1 dapat 1 poin)
15. Sebutkan lima presiden terakhir? (menyebutkan 5 maksimal dapat 5 poin, sebut 1 dapat 1 poin)
16. Apa menu makan malam selama dua hari yang lalu? (maksimal 6 poin, sebut 1 dapat 1 poin)
17. Apa dua film yang terakhir Anda tonton? (maksimal 2 poin, sebut 1 dapat 1 poin)
18. Tuliskan kembali tiga kata yang ada di awal tes? (maksimal 3 poin, sebut 1 dapat 1 poin)
19. Tuliskan nama dan alamat yang ada di awal tes? (maksimal 2 poin, jika hanya nama atau alamat yang disebut dapat 1 poin)

Berilah nilai 1 poin setiap jawaban 'tidak' dan tidak mendapat poin jika jawabannya 'Ya'. Untuk pertanyaan no 3-13 (maksimal nilainya 11 poin).

Sedangkan untuk setiap pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan benar atau ragu-ragu berilah nilai 1 poin. Untuk pertanyaan no 14-19 (maksimal nilainya 21 poin).

Hasil tes:
Jika nilai 28-32: memori yang dimiliki masih baik dan di atas rata-rata.
Jika nilai 22-27: memori tidak terlalu buruk, tapi memori bisa ditingkatkan dengan beberapa latihan.
Jika nilai 15-21: memori agak lemah, usahakan untuk melakukan latihan dalam membantu meningkatkan memori.
Jika nilai 0-14: memori lemah, sebaiknya mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan ke ahlinya.

Berbagai faktor bisa menyebabkan masalah pada memori, seperti stres, depresi, kekurangan vitamin dan adanya masalah pada peredaran darah.

Jika penyebab ini bisa ditemukan, maka masalah memori dapat teratasi dan mendapatkan hasil yang lebih baik.

sumber : detik health

Sebenarnya, Kita Bisa Berbahagia Setiap Hari..

Rabu, 26 Mei 2010

Sebenarnya, Kita Bisa Berbahagia Setiap Hari..
Bagikan
Ahmad dan Nurul bekerja di sebuah perusahaan ternama di bagian customer care, di mana mereka bekerja untuk menangani keluhan pelanggan perusahaan. Bagi Ahmad pekerjaannya begitu menyiksa dirinya, setiap hari ia harus melayani keluhan demi keluhan sehingga membuat dirinya menjadi begitu tertekan hingga akhirnya suasana itu membentuk karakter dirinya, ia jadi begitu mudah marah, uring-uringan dan pekerjaan menjadi berantakan bahkan hubungannya dengan sang isteri ikut terganggu. Lain halnya dengan Nurul, buat dirinya pekerjaannya melayani komplain customer adalah sebuah aktivitas yang menyenangkan. Menantang, katanya. Hasilnya, ia menjadi lebih mampu memanage emosi dirinya dan meningkatkan kemampuannya berkoordinasi dan berkomunikasi dengan bagian lainnya untuk mengatasi persoalan yang timbul.

Bisa kita lihat perbedaan pilihan yang dibuat oleh Ahmad dan Nurul pilihan untuk tertekan, stres, berkeluh kesahatau memilih untuk berkembang melalui situasi yang ada. Dan ternyata setiap hari kita selalu disuguhkan dengan yang namanya pilihan. Coba saja anda perhatikan, dari sejak bangun tidur hingga kembali tidur, aktivitas kita selalu berbentuk pilihan.

Contohnya, pada pagi hari kita bisa memilih untuk bangun pagi atau tetap bermalas-malasan di tempat tidur sehingga bangun kesiangan. Waktu berangkat ke tempat kerja, kita bisa memilih jalur biasa yang panjang dan macet atau jalur memotong dengan konsekwensi harus lewat jalan sempit dan banyak lubang, kita bisa memilih ngebut atau jalan perlahan. Tinggal keputusan kita untuk memilih mana yang kita inginkan. Terserah kita mau menentukan yang mana, bebas saja.

Namun yang perlu dicermati adalah konsekwensi dari pilihan tersebut yang tidak bisa kita tolak. Kembali ke contoh di atas jika kita memilih untuk berada di posisi Ahmad maka hasilnya kita menjadi tidak bisa berkembang dan justru malah membuat kita mundur dan membuang begitu banyak energi. Sehingga menjadi sangat penting bagi kita untuk selalu memikirkan konsekwensi pilihan kita.

Jika ada suatu waktu kosong segeralah membuat pilihan yang membawa manfaat, hindari pilihan untuk santai, atau mengobrol tidak menentu. Tanamkan dalam diri bahwa hari ini adalah “the best time” untuk saya melakukan hal-hal produktif. Berkembang setiap hari dan selalu melakukan yang terbaik.

Hindari ungkapan seperti:

”Duh sengsaranya diri ini, gaji kecil, hutang banyak, anak sakit, serasa runtuh dunia ini”

“Waduh, rapaaatttt melulu, kapan istirahatnya, stres berat nih!”

“Dasar anak kecil, kerjanya nangis melulu udah gitu main melulu rumah jadi berantakan nih!”

Padahal bisa jadi kita rubah pilihan kita menjadi:

“Alhamdulillah masih gajian pelan-pelan bisa lunasin hutang mudah-mudahan berkah dan Allah tambahkan rezeki”

“Yes, seneng banget nih! Di rapat nanti ketemu orang-orang penting jadi bisa belajar dari mereka”

“Sabar-sabar, memang sulit mengurus anak tapi ini bisa jadi ladang amal dan belajar, sabar….”

Rasullulah SAW, walaupun sudah dijamin oleh Allah SWT dari dosa-dosanya tetap memilih untuk bersungguh-sungguh mengerjakan shalat tahajjud hingga bengkak kakinya. Padahal bisa saja beliau memilih untuk tenang-tenang saja, toh tetap saja ketekunannya tidak berubah.

Dengan memilih untuk menjadi bahagia sebenarnya kita juga sedang mensyukuri karunia Allah yang telah diberikan kepada kita. Ada yang tertarik untuk berbahagia setiap hari?

JANGANLAH MEMARAHI DIRIMU SENDIRI SEPERTI ITU

Selasa, 25 Mei 2010

Mario Teguh Golden Moment - JANGANLAH MEMARAHI DIRIMU SENDIRI SEPERTI ITU
Bagikan
Sahabat Indonesia yang super,
yang sedang menjadikan dirinya setia kepada rencana-rencana kebesaran hidupnya.

Adik-adik dan anak-anak saya yang keberhasilan masa depannya menjadi doa dan harapan para orang tua.

Mudah-mudahan sapa saya di Rabu pagi yang penuh kemungkinan ini, menemui Anda dalam keadaan sehat dan damai, dan sedang terlibat dalam pekerjaan yang memperkuat kehidupannya.

Hari ini adalah hari istirahat saya, setelah seminar tour dari Semarang, Aceh, dan Jogjakarta kemarin. It is wonderful to be home!

Seorang rekan yang muda bertanya, apakah saya tidak capai?

Dan ini jawaban standard saya untuk pertanyaan seperti itu, yang ternyata memang lebih sering saya terima dari anak muda.

When you are 54, you are 54!

Bagaimana pun sehat-nya saya, dan sebaik apa pun Ibu Linna menjaga kesehatan saya, … saya tetap 54 tahun.

Memang saya pekerja keras, mungkin bisa saja dua kali lebih keras dari kebanyakan anak muda yang separuh umur saya, tetapi saya harus ikhlas menerima bahwa badan yang sudah tidak muda lagi ini – memerlukan istirahat yang baik dan suasana hati yang mendamaikan.

Itu sebabnya kita semua bekerja keras,
agar kita menjadi pribadi tua yang mampu membiayai kehidupan yang baik.


Jangan sampai kita bersantai-ria dan bermalas-malasan saat muda,
dan kemudian harus menerima sangsi dari hukum kehidupan yang sangat tegas itu,
dan dipaksa bekerja keras di masa tua,
saat kita seharusnya hidup dalam kemampuan untuk membiayai kehidupan yang damai dan bernilai.

Adik-adik dan anak-anak saya yang sangat saya kasihi,

Ingatlah kepastian ini ya?

Dia yang malas belajar dan bekerja keras saat muda,
akan diharuskan bekerja keras saat tua.


Dia yang rajin menghindari pekerjaan dan tanggung-jawab di masa muda, harus rajin meminta-minta di masa tua.

Jika seseorang sudah berusia lebih dari lima puluh tahun, tetapi hidupnya belum damai dan kuat, itu berarti ada yang kurang tepat dalam kehidupannya sebelum usia lima puluh tahun.


Sahabat saya yang baik hatinya,

Saya lampirkan dalam Super Note saya ini sebuah Golden Moment yang fotonya saya ambil dari pesawat, sebelum mendarat di Jakarta kemarin sore.

Jika kita benar-benar ikhlas sadar dan berada dalam ruang dan waktu,
kita akan memasuki kesadaran yang haru mengenai kebesaran Tuhan dan kecilnya diri ini,
dan betapa maha besar dan penuh kasih –
Tuhan yang memastikan bahwa kita selalu mendapatkan perlindungan dan tuntunan untuk mencapai kehidupan yang sejahtera dan penuh kebahagiaan.

Please kindly enjoy, absorb, and aplly.

………..

Mario Teguh Golden Moment
JANGANLAH MEMARAHI DIRIMU SENDIRI SEPERTI ITU

………..



Sahabat saya yang hatinya baik,

Janganlah engkau memarahi
dirimu sendiri seperti itu.

Lebih berkasih sayanglah engkau
kepada dirimu sendiri.

Tidakkah engkau tahu,
bahwa
menjadi dirimu itu tidak mudah.

Janganlah engkau mempersulit
upayanya untuk menjadikanmu
pribadi yang damai
dan anggun.


Mario Teguh

………..


Sahabat saya yang hatinya ranum
bagi pengertian-pengertian baik yang penting bagi kehidupannya,

Sebetulnya posting saya ini adalah awal dari sebuah draft Super Note yang lebih besar dan lengkap, tetapi saya ingin sekali menerima masukan dari Anda mengenai apa saja yang selama ini – kalau ada – hal-hal yang membuat Anda merasa sedikit kesal, agak tidak sabaran, dan bahkan mungkin sedikit marah kepada diri sendiri.

Janganlah merasa malu atau jengah. Saya yang sudah 54 tahun ini, masih dari waktu ke waktu merasa agak
gregetan dengan diri ini, yang tak henti merasa heran mengapa selalu ada saja yang masih kurang pas, yang masih belum sepenuhnya bijak, dan masih saja ada yang belum sepenuhnya tepat dalam keputusan-keputusan saya.

Dan ini adalah perasaan yang menjadi penuntun pendewasaan diri saya, sejak sebagai anak-anak saya mulai sadar mengenai keharusan untuk menjadi pribadi yang kuat dan mandiri, sampai hari ini, dan sampai saat saya menuliskan Super Note ini sekarang.

Please kindly share with us your most profound wishes.

Mohon Anda sampaikan untuk pelajaran kami semua di ruang keluarga MTSC yang ramah dan santun ini, apa saja yang Anda rasakan, sesalkan, kesalkan, dan bahkan yang membuat Anda geram mengenai lambatnya kemajuan dan sulitnya kita mencapai ketepatan yang menjadikan kita pribadi yang damai dan anggun.

Seperti biasanya, saya akan membaca setiap masukan Anda, dan menjadikannya bahan pertimbangan untuk menyusun versi Super Note yang lebih lengkap mengenai Golden Moment kita hari ini.

Mudah-mudahan Tuhan menjadikan kebersamaan kita dalam ruang keluarga MTSC yang baik, yang ramah, dan yang saling memuliakan ini – sebagai sarana penyampaian pengertian yang menyejahterakan dan membahagiakan kehidupan setiap jiwa anggotanya.

Mudah-mudahan Tuhan memaafkan semua kesalahan kita, menyehatkan kita, dan menaruh kita dalam lindungan kasih sayang-Nya.

Sambil menunggu masukan-masukan indah dari Anda, saya mohon Anda berkenan untuk menyampaikan salam sayang dari Ibu Linna dan saya, untuk keluarga Anda terkasih.

Loving you all as always,

Mario Teguh

Cek Kondisi Mesin Mobil Bekas

Jumat, 21 Mei 2010

Cermat Memilih Mobkas
Cek Kondisi Mesin Mobil


Jakarta - Setelah tes jalan, saatnya kita memeriksa kondisi mesin. Ini merupakan hal yang cukup penting mengingat mesin yang tingkat kerusakannya cukup parah akan menyedot banyak biaya untuk perbaikannya.

Pertama kita harus melihat dulu bagian dalam dari ujung knalpot belakang, apabila terlihat ada cairan oli hitam, kemungkinan besar mesin sudah perlu skir klep atau bahkan turun mesin.

Bila ujung knalpot ada terlihat debu jelaga hitam, kemungkinan hanya stelan mesin yang tidak pas sehingga pembakaran tidak sempurna.

Berikutnya bukalah kap mesin, jangan langsung menyalakan mesin tetapi lakukan langkah-langkah berikut dulu:

1. Buka tutup pengisian oli dan tengok apakah ada kerak-kerak oli mesin di dalam mesin, pemakaian oli berkwalitas buruk atau periode penggantian oli yang sering diabaikan atau pernah terkena oli palsu akan mengakibatkan endapan oli yang banyak bahkan sekadang nampak seperti dempul hitam

2. Cabut stik pengukuran oli mesin dan lihat apakah level olinya sesuai atau tidak, dari sini juga bisa dilihat apakah oli baru diganti atau sudah lama diganti, apabila oli terlihat kental bisa saja karena ditambahkan aditif tertentu agar suara mesin tidak kasar dan tidak berasap

3. Untuk transmisi otomatis lakukan hal yang sama, lihat stik pengukuran oli, bila di bawah tanda yang seharusnya berarti pemilik lama kurang memperhatikan

4. Berikutnya lihat apakah ada rembesan atau tetesan oli di daerah mesin seperti di filter oli, packing tutup klep, karter di bawah mesin, termasuk juga di pompa power steering, kompresor ac, master rem atas. Untuk transmisi manual lihat juga master kopling atas dan bawah.

5. Berikutnya coba lihat level air di tabung cadangan air radiator apakah cukup atau tidak, kemudian buka tutup radiator apabila memungkinkan, lihat apakah airnya kotor / berkarat atau tidak. Kondisi air radiator ini juga mencerminkan apakah pemilik lama apik atau tidak.

6. Lihat juga kondisi radiator apakah sudah perubahan atau masih original, perhatikan juga dengan seksama apakah ada bekas kerak-kerak air yang menandakan ada kebocoran di radiator.

sumber

Do'a Supaya Segera Dapat Melunasi Hutang- Hutang

Sabtu, 08 Mei 2010

ALLAAHUMMA IKFINII BI HALAALIKA 'AN HARAAMIKA WAGH NINII BI FADHLIKA 'AMMAN SIWAAKA. YAA KAABIRU ANTAL LADZII LAA YAHTADII AL WAASHIFUUNA LI WASHFI 'ADLAMATIHII

Artinya :
Wahai Tuhanku, berilah kecukupan kepadaku dengan kehalalan-Mu dari keharaman- Mu dan berilah aku kekayaan dengan anug
erah- Mu dari tidak hajat selain- Mu. Wahai Dzat yang Maha Besar, Engkaulah Dzat dimana orang- orang mensifati tidak mengetahui sifat keagungan-Mu.

Seseorang yang memiliki hutang, baik sedikit maupun banyak, biasanya hidupnya akan gelisah sebelum dia mampu melunasi hutang- hutangnya tersebut. Maka itu, jika Anda memiliki hutang, berusahalah sambil berdo'a seperti do'a di atas sebanyak- banyaknya setiap selesai shalat fardhu atau saat tengah malam selesai tahajjud.

MAJELIS TAUSIAH PARA KYAI & USTADZ INDONESIA

Minggu, 02 Mei 2010

KH. Fathoni "Keledaikah Kita"


Mengusung hati yang mati
Hati yang tiada sesal melanggar rambu2 Ilahi
Harga dirinya sesuai dgn duniawi yg ia cari
Tiada rasa malu tiada rasa tahu diri
Padahal Allah mengawasi hati
Hati yg mati itu tiada takut azab ilahi
Didepan dunia ia rendah diri dan merasa takut tidak berdiri.
Didepan dunia ia MEMBELA diri bila dinasehati nilai-nilai Ilahi dgn penuh percaya diri.
Ayat dan hadist yg didengarnya masuk telinga- kanan keluar telinga kiri.
Dosanya bagaikan KEBANGGAAN diri.
Shalat dikerjakan tidak berdiri sbg Tiang agama
Hati yg mati takut kehidupan pribadi yg TAK TERPENUHI.
Hati yg mati hanya memikirkan MERAWAT diri
Menjual diri demi kehidupan pribadi duniawi
Meninggalkan ajaran Rasulullah yg MURNI
Hati yg mati senantiasa lupa diri
bahwa kehidupan ini Allah yg memiliki sbg UJIAN diri

Menolak Kemiskinan dgn Surah Al Ikhlas

Selasa, 27 April 2010

Catatan Yusuf Mansur Network

Kebanyakan orang saat ini jauh lebih takut akan kehilangan harta daripada kehilangan iman dan keyakinannya akan Allah Sang Pencipta jagat raya. Banyak orang telah menjadikan kesuksesan dalam kehidupan dunia sebagai tujuan utamanya. Padahal Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam memperingatkan kita bahwa jika dunia telah menjadi fokus perhatian utama, maka hidup seseorang bakal berantakan dan kemiskinan bakal menghantui dirinya terus-menerus.

مَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ

فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ

“Barangsiapa yang menjadikan dunia ambisinya, niscaya Allah cerai-beraikan urusannya dan dijadikan kefakiran (kemiskinan) menghantui kedua matanya dan Allah tidak memberinya harta dunia kecuali apa yang telah ditetapkan untuknya.” (HR Ibnu Majah 4095)

Dan sebaliknya, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menegaskan bahwa hanya orang yang niat utamanya ialah kehidupan akhirat, maka hidupnya bakal berada dalam penataan yang rapih dan hidupnya akan dihiasi dengan kekayaan hakiki, yakni kekayaan hati. Bahkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjamin orang tersebut bakal memperoleh dunia dengan jalan dunia yang datang kepada dirnya secara tunduk bahkan hina, bukan sebaliknya, ia yang harus mengejar dunia dengan hina sehingga merendahkan martabat diri.

وَمَنْ كَانَتْ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ

وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ

“Dan barangsiapa menjadikan akhirat keinginan (utamanya), niscaya Allah kumpulkan baginya urusan hidupnya dan dijadikan kekayaan di dalam hatinya dan didatangkan kepadanya dunia bagaimanapun keadaannya (dengan tunduk).” (HR Ibnu Majah 4095)

Apa yang dapat kita simpulkan dari hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam di atas? Kesimpulannya ialah jika seorang hamba hidup dengan senantiasa sadar dan yakin bahwa Allah adalah Pemberi Rezeki sesungguhnya dan bahwa tugasnya sebagai orang beriman ialah terus-menerus mengokohkan keyakinan akan hidup yang sesungguhnya ialah di kampung akhirat nan kekal, bukan di negeri dunia nan fana ini, maka dengan sendirinya Allah-pun akan membalas keyakinannya yang mulia dan benar itu dengan balasan yang selayaknya sebagaimana Allah sendiri janjikan di dalam KitabNya:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ

حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

”Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An-Nahl ayat 97)

Barangsiapa ber’amal sholeh, maka Allah jamin kehidupannya bakal baik di dunia dan Allah bakal balas dengan yang jauh lebih baik dari ’amal sholehnya di akhirat kelak. Namun, saudaraku, itu semua dengan syarat yang sangat fundamental, yaitu ”dalam keadaan beriman.” Dan iman yang paling pokok ialah ber-tauhid. Termasuk di dalamnya ialah hanya bergantung kepada Allah Yang Maha Ahad (Esa), tidak bergantung kepada apapun atau siapapun selain Allah.



Oleh karenanya, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam memberikan kabar gembira kepada setiap muwahhid (ahli tauhid). Bahwa hidup mereka bakal dijauhkan dari kemiskinan. Dan untuk memperoleh jaminan tersebut ternyata cukup dengan setiap kali pulang ke rumah membaca ayat pertama surah Al-Ikhlas sebelum masuk ke dalam rumah. Tentunya itu semua dilakukan bukan sekedar sebagai mantera berupa komat-kamit di bibir belaka. Namun ia mestilah diiringi dengan keyakinan penuh akan makna dari ucapan kalimat tersebut: “Qul huw-Allahu Ahad” (Katakanlah: Allah itu Maha Esa). Artinya, ucapkanlah sambil meyakini sedalam mungkin di dalam hati bahwa tidak ada tempat selain Allah untuk memohon dan mengharapkan datangnya rezeki berkah yang bakal mencukupi hidup kita plus hidup anak-istri plus biaya kita untuk beribadah, ber’amal, berda’wah dan berjihad di jalan Allah Ta’aala.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

" مَنْ قَرَأَ {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ} [الإخلاص : 1 ]

حِينَ يَدْخُلُ مَنْزِلَهُ نَفَتِ الْفَقْرَ

عَنْ أَهْلِ ذَلِكَ الْمَنْزِلِ ، وَالْجِيرانِ ".

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Barangsiapa membaca “Qul huw-Allahu Ahad” (surah Al-Iklash ayat pertama) ketika masuk ke dalam rumahnya, maka kefakiran (kemiskinan) bakal tertolak dari penghuni rumah tersebut dan kedua tetangganya.” (HR Thabrani)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ

وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ

وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ

وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari sifat pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang dan kesewenang-wenangan manusia (penagih hutang/debt collector).”

Mario Teguh Golden Ways - MASA DEPAN TAK PASTI

Senin, 26 April 2010


Sahabat Indonesia yang super,
yang sedang memastikan bahwa yang dilakukannya memperbesar kemungkinan keberhasilan masa depannya.
Mudah-mudahan sapa saya di Selasa yang sama kemungkinannya bagi keberkahan hidup kita dengan hari lain dalam minggu yang menantang ini, menjumpai Anda dalam kesehatan dan kesungguhan kerja yang super.
Saya pernah menerima pertanyaan dari seorang rekan, mengenai tujuan dari dua paragraph di atas, yang selalu menjadi pembuka dari sapa saya kepada para sahabat.
Saya sampaikan kepadanya, bahwa jika seseorang tidak sempat membaca keseluruhan tulisan saya, dua paragraph itu berisi doa-doa yang sudah lebih dari cukup, karena jika dia meng-amini-nya dan menyesuaikan kesungguhan kerjanya, apa lagikah yang dibutuhkannya?
Dalam ketidak-pastian kehidupan kita hari ini, tidak ada satu orang pun yang bisa mengabaikan tambahan doa bagi kebaikan hidupnya.
So …, MASA DEPAN TAK PASTI, itu adalah judul MT Golden Ways di Metro TV pada Minggu malam yang lalu, yang hari ini saya sampaikan sedikit ulasannya, untuk penikmatan di ruang keluarga kita yang ramah dan santun ini.
Please kindly enjoy, absorb, and apply.

………..
Mario Teguh Golden Ways
MASA DEPAN TAK PASTI
………..

Sahabat saya yang hatinya baik,

Ijinkan saya memulai dengan menyimpulkan yang sebetulnya telah benar sepanjang sejarah kemanusiaan, bahwa …

Masa depan memang selalu tidak pasti.

Ketidak pastian masa depan bukanlah sesuatu yang baru saja terjadi. Karena, kepastian masa depan adalah kewenangan penuh Tuhan, bahkan sebelum penciptaan waktu.

Maka, anjurannya bagi kita adalah:

1. Damaikanlah diri ini dengan kenyataan bahwa memang masa depan akan selalu tidak pasti.
2. Ikhlaskanlah diri ini untuk menjadi sebaik-baiknya SEBAB bagi kesejahteraan dan kebahagiaan hidup kita.
………..

Maka, marilah kita pegang logika pembongkar batasan mental berikut ini, yang mungkin selama ini mengusik kedamaian kita

Jika segala sesuatu tidak pasti, maka semuanya mungkin.

Jika adik-adik dan anak-anakku terkasih, merasa tidak pasti lulus, berarti ada kemungkinan untuk lulus.

Tinggal sekarang, apakah kalian termasuk murid dan mahasiswa yang sikap dan perilakunya PANTAS untuk lulus. Sebetulnya, … itu saja.

Jika kita memulai usaha sendiri, karena ingin memenuhi panggilan hati untuk menjadi pribadi yang bebas membangun kemandirian finansial - akan selalu ada kemungkinan untuk gagal. Tetapi, itu juga berarti akan selalu ada kemungkinan untuk berhasil.

Tinggal sekarang, apakah kita termasuk pribadi yang tulus dalam melayani bagi keuntungan pelanggan kita, rajin, bekerja keras, menggunakan hasil dari usaha sebagai penguat usaha berikutnya, dan sebagai penafkah yang jujur bagi kebaikan keluarga.

Itu sebabnya, tugas kita BUKAN HANYA berupaya, tugas kita adalah berupaya dengan kejujuran yang utuh, dengan kesungguhan yang penuh, dan dengan niat yang murni untuk berperan bagi kebaikan kehidupan sesama.

Upaya adalah pengubah nasib.

Jangan pernah sepelekan upaya.
Jangan pernah katakan HANYA bagi upaya Anda.

Memang betul semuanya ditetapkan dan ditentukan oleh Tuhan. Tetapi upaya Anda adalah KEHARUSAN yang ditetapkan oleh Tuhan sebagai syarat pemenuhan semua permintaan Anda.

Jangan pernah katakan ‘kita HANYA berupaya.’

Upaya adalah syarat. Tuhan tidak akan mengubah nasib sebuah kaum, KECUALI jika kaum itu berupaya.

Berarti, bagi orang yang TIDAK berupaya, tidak ada apa dan siapa pun yang bisa menolongnya, karena Tuhan tidak akan mengubah nasib orang itu, kecuali jika dia berupaya.

Itu sebabnya, tidak ada orang tua, Presiden, Gubernur, Walikota, Bupati, Camat, Kepala Desa, dan tidak ada pemuka apa pun yang bisa menolong warganya yang malas dan gemar berkecil hati.

Upaya adalah pengubah nasib.

Jangan pernah katakan HANYA untuk upaya.
………..

Sahabat saya yang besar impian-impian hatinya,

Masa depan memang tidak pernah pasti.
Tetapi, …
Justru dalam keadaan yang tidak pasti, kita berkesempatan untuk mencoba yang tidak mungkin dalam keadaan biasa .
Apakah ada paksaan yang lebih hebat untuk belajar, daripada rasa takut karena kemungkinan besar kita tidak lulus?
Apakah ada kekuatan yang lebih besar untuk mengingatkan kita, agar kita menjadi murid dan mahasiswa yang baik, selain saat kita sangat ketakutan tidak lulus?

Tetapi akan selalu ada murid dan mahasiswa yang belajar untuk takut dan kemudian TIDAK takut, TANPA memperbaiki sikap dan perilaku. Mereka akan memasuki masa depan yang pasti tidak damai, yang pasti tidak membanggakan, dan yang pasti sulit dihargai tinggi oleh orang yang akan mempekerjakannya nanti.
Maka marilah kita mencoba melakukan yang selama ini sudah kita ketahui sebagai yang baik.
Siapa pun yang menunda melakukan yang baik,
harus ikhlas hidup dan bernafas dalam kegelisahan.
Maka,jika kegelisahan adalah hadiah bagi penundaan dan penghindaran kita dari bersikap dan berlaku baik,
BERARTI …

Kedamaian dan kegembiraan adalah hadiah bagi penyegeraan dan kesungguhan kita untuk bersikap dan berlaku baik.
Sahabat saya, … Anda sangat disayangi oleh Tuhan.
Sekarang,
cobalah pikirkan yang ini,
dan lihatlah melalui jendela hati Anda yang mulia:
Siapakah yang lebih berpedih hati?
Tuhan, yang menyangi kita, tetapi ‘terhalangi’ oleh ketidak-sediaan kita untuk bersikap dan berlaku yang menjadikan-Nya ‘bebas’ menghadiahi kita dengan rahmat bagi upaya kita?
Atau,
Orang yang gemar mendahulukan istirahat dan kesenangan sementara, yang menunda yang sudah diketahuinya harus dilaksanakan, yang hanya berdoa tetapi tidak bertindak, yang bertindak kecil tetapi meminta yang besar, dan yang berprasangka tidak ramah kepada niat-niat mulia Tuhan?
Siapakah yang lebih berpedih hati?
Marilah kita ikhlaskan hati kita untuk menerima, bahwa …
Kebahagiaan Tuhan adalah pembuka pintu-pintu rahmat.
Bukankah telah lama disampaikan berita gembira ini kepada kita?
Bahwa, …
Dalam peran kita bagi kemanusiaan, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.
Dan, …
Dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebaik-baik manusia adalah yang dekat dan taat kepada Dzat Yang Tiada Berbanding.
My dearest friend, … faith is beautiful!
… iman itu indah.
………..

Sahabat saya yang super
Begitu dulu ya?
Jika Anda menginginkannya, saya akan melanjutkan bahasan mengenai upaya untuk menjadi penyebab bagi kepastian kualitas hidup kita di masa depan, dalam Golden Points berikutnya.
Mudah-mudahan sedikit bahasan mengenai upaya kita sebagai pribadi nyata yang berupaya berperan dalam kegaiban masa depan ini, berguna bagi Anda, dalam memajukan kedamaian dan kegembiraan dalam diri Anda.
Mudah-mudahan Tuhan men-tegaskan sikap kita saat kita seharusnya tegas, menguatkan kita bagi beban-beban yang besar, dan memampukan kita untuk merampungkan pekerjaan-pekerjaan yang penting bagi kesejahteraan dan kebahagiaan kita bersama keluarga terkasih.
Sampai kita bertemu dan berjabat-tangan suatu ketika nanti, dan terlibat dalam perbincangan yang akrab dan penuh kegembiraan, dalam persaudaraan dan persahabatan yang tulus.
Mohon disampaikan salam sayang dari Ibu Linna dan saya, untuk keluarga Anda tersayang.
Loving you all as always,

Mario Teguh

Jodoh yang berakhlak menuai Rumah Tangga Sakinah

Selasa, 20 April 2010


Catatan Yusuf Mansur Network

Saya sering melihat rubrik kontak jodoh di salah satu media cetak di Ibukota. Bukan, Bukan karena saya berniat ingin mencari jodoh lagi, tapi hanya sekedar iseng yang benar-benar iseng. Siapa tahu ada teman yang mengiklankan diri di situ, kan bisa jadi bahan ledekanku untuknya. Salah satu contoh isi iklan perjodohan yang sering kulihat itu adalah seperti ini misalnya: Seorang wanita, 25 tahun, Sarjana, tinggi badan 160 cm, bb 43 kg, berkulit putih mulus, wajah manis, Islam, pintar mengaji, keibuan dan Pandai Memasak Mendambakan: Seorang laki-laki, perjaka tulen, minimal 26 tahun, lulusan pasca sarjana, berpenghasilan tetap (swasta/PNS), tinggi badan minimal 170 cm dengan berat badan seimbang, Islam taat, Pandai mengaji dan bersifat kebapakan.

Coba kita lihat iklan tersebut, dan perhatikanlah. Niscaya kita akan menemukan sebuah fakta bahwa seorang wanita pada umumnya menginginkan pasangan (calon suami) yang memiliki spesifikasi yang lebih baik dari spesifikasi yang dimilikinya. Baik itu dari segi fisik, tingkat pendidikan atau hal-hal kasat mata lainnya. Menurut saya hal ini sangat wajar. Karena bagaimanapun juga seorang lelaki akan menjadi pemimpin dalam sebuah rumah tangga, jadi semakin bagus kualitasnya akan semakin baik bagi keluarganya kelak. Begitu kondisi idealnya.

****

Kembali kepada kisah Pak Asmadi dan isterinya, saya menjadi tersadarkan bahwa ternyata tidak semua wanita melihat kualitas calon suami hanya dari kasat mata yang tampak saja. Rasa penasaran saya muncul menggelitiki hati, membuat saya secara diam-diam ingin menyelidiki apa alasan Isteri Pak Asmadi begitu bangga dan mencintai suaminya yang ”hanya” seorang tukang ojeg dan hanya berpendidikan setingkat SLTA.

Sementara isterinya adalah wanita karir yang sukses yang memiliki pendidikan dan jabatan yang tinggi. Tidak ada rasa malu padanya akan ”kesenjangan” itu. Suatu hari dalam perjalanan menuju kantor, Pak Asmadi mengajukan sebuah pertanyaan pada saya



”Mbak, tahu ngga resep saya supaya tidak pernah mengalami kecelakaan di jalan atau supaya tidak pernah kena razia polisi jalan?” Saya pura-pura berpikir lantas menjawab ”hmm... tidak tahu pak, apa resepnya?” ”Berdzikir mbak..” jawabnya. ”Berdzikir itu mengingat kepada Allah, bisa dilakukan di mana saja, kalau kita sehabis melaksanakan sholat baik itu sholat fardhu atau shola sunnah, usahakan jangan langsung kAsmadir dan berdiri, dzikirlah terlebih dahulu.

Dzikir juga tidak hanya dilakukan setelah sholat, tapi bisa di mana saja, termasuk di jalan raya ketika mengendarai sepeda motor seperti saya ini” ”Bapak rajin ber-dzikir? ” saya bertanya untung memancing. “Alhamdulilah mbak, setiap selesai sholat saya selalu berdzikir, bahkan dalam perjalanan saya dari rumah sampai ke stasiun saya juga selalu berdzikir, kalau tidak salah ada dalam Al-quran perintah untuk mengingat Allah dalam keadaan duduk maupun beridir, itu artinya dalam keadaan apapun kita harusnya selalu mengingat Allah kan mbak?”

“Iya, betul pak, Berdzikir dengan mengingat Allah membuat hati kita merasa tenang dan tentram, itulah mungkin yang membuat Bapak jadi tidak pernah mengalami kecelakaan saat mengendaria sepeda motor, karena saat itu Bapak berdzikir sehingga pikiran dan hati Bapak menjadi tenang, berkendaraan pun jadi tenang “ jawabku menyimpulkan. Ternyata dari Pak Asmadi, terdapat banyak hikmah. Saya bisa memunguti hikmah-hikmah itu untuk diri saya. Sekaligus menyadari bahwa Pak Asmadi ternyata orang yang taat beragama lagi berakhlak mulia, wajarlah jika sang isteri begitu mencintainya.

***

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasullullah pernah bersabda ”Jika datang kepada kalian orang laki-laki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya maka nikahkanlah dia, karena jika tidak maka akan menjadi fitnah di bumi dan juga kerusakan.” Para sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, meskipun pada diri orang tersebut terdapat kekurangan?” Beliau menjawab, ”Jika ada orang laki-laki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang kepada kalian, maka nikahkanlah dia” Artinya, jika kalian tidak menikahkan orang laki-laki yang taat beragama lagi berakhlak mulia meskipun tidak kaya atau tidak terhormat atau tidak kufu’, sedang kalian lebih menyukai orang laki-laki yang kaya, terhormat, lagi terpandang meskipun tidak taat beragama dan tidak berakhlak mulia, niscaya hal tersebt akan mengakibatkan kerusakan yang parah.

Mungkin akan banyak wanita yang hiduo tanpa suami dan banyak pula laki-laki yan hidup tanpa isteri. Akhirnya banyak perzinaan san tersebar pula perbuatan keji. Rasulullah SAW menyebutkan akhlak bersaaan dengan agama, karen akhlak berperan sangat penting sekali dalam kehidupan rumah tangga.

Akhirnya muncul kesan bahwa tingkah laku bururk itu disebabkan oleh agama. Padahal yang demikian itu merupakan keyakinan yang salah, karena Agama memerintahkan untuk mempergauli isteri secara baik.

***

Kini terjawablah sudah rasa kepenasaran saya. Isteri Pak Asmadi ternyata benar-benar telah menjalankan sabda Rasullullah SAW tersebut. Menentukan suami pilihannya adalah seorang yang taat beragama dan berakhlak mulia meskipun tidak kaya, tidak terhormat atau tidak se kufu’ dengannya. Satu pelajaran berharga yang bisa saya ambil darinya.

Orangtua Terlalu Protektif Perlambat Pertumbuhan Otak Anak

Minggu, 14 Maret 2010

Beberapa orangtua menunjukkan kasih sayangnya pada anak dengan cara terlalu protektif. Padahal overprotektif tidak hanya menghambat kebebasan si anak tapi juga memperlambat pertumbuhan otaknya.

Keterlambatan pertumbuhan otak bisa terkait dengan penyakit mental. Anak-anak yang orangtuanya terlalu protektif akan lebih rentan terhadap gangguan kejiwaan, yang nantinya dapat berhubungan dengan kecacatan otak di bagian korteks prefrontal.

Untuk menyelidiki hubungan ini, peneliti Kosuke Narita dari Gunma University di Jepang melakukan pemindaian (scan) otak terhadap 50 orang anak yang berusia 20-an tahun serta memintanya untuk mengisi survei tentang hubungan mereka dengan orangtua selama 16 tahun pertama kehidupan.

Peneliti menggunakan survei yang disebut Parental Bonding Instrument, survei ini telah diakui secara internasional sebagai cara untuk mengukur hubungan anak dengan orangtuanya.

Peserta akan diminta menilai orangtuanya melalui pernyataan seperti 'Apakah orangtua tidak ingin aku menjadi dewasa', 'Mencoba mengontrol semua yang saya lakukan' atau 'Mencoba membuat saya merasa bergantung pada orangtua'.

Tim Narita menemukan anak yang dididik oleh orangtua overprotektif memiliki masalah tertentu di daerah korteks prefrontal daripada anak yang memiliki hubungan sehat dengan orangtuanya. Selain itu ayah yang lalai menjaga anak juga bisa mempengaruhi, meskipun sang ibu memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup.

Bagian dari otak yaitu korteks prefrontal seharusnya berkembang selama masa kanak-kanak, tapi karena orangtua yang terlalu protektif justru menghambat pertumbuhannya. Ketidaknormalan pada daerah otak ini umumnya ditemui pada orang yang mengalami penyakit mental seperti schizofrenia atau yang lainnya.

"Kemungkinan akibat pelepasan hormon stres kortisol yang berlebihan, entah akibat kelalaian atau terlalu protektifnya orangtua serta berkurangnya produksi dopamin yang menjadi pemicu terhambatnya pertumbuhan daerah abu-abu di otak," ujar Narita, seperti dikutip dari Newscientist, Senin (15/3/2010).

Anthony Harris, direktur di unit Clinical Disorders Westmead Hospital di Sydney, Australia menuturkan hasil penelitian ini penting untuk menyoroti masyarakat luas bahwa gaya pengasuhan orangtua dapat memiliki efek jangka panjang terhadap pertumbuhan anak-anaknya.

"Tapi perbedaan otak seperti itu tidak selalu permanen, karena beberapa orang ada yang bisa menunjukkan kecepatan untuk sembuh yang besar," ungkap Anthony Harris.

sumber